RSS
8 Feb 2012

Belajar Marketing dari Juru Parkir

Author: danang | Filed under: Uncategorized

Selalu saja ada yang bisa dipelajari dari kejadian sehari-hari. Kalau dulu saya pernah belajar marketing dari penjual buah, dan kesal dengan juru parkir yang suka seenaknya sendiri, kali ini malah saya belajar dari juru parkir.

Ceritanya, kemarin saya bersama teman makan di Ibu Imas, di Jalan Balong Gede, Bandung, naik motor. Itu lho, yang terkenal dengan sambal pedasnya itu.. :) Begitu sampai, saya ingin parkir motor di paling depan, supaya gampang keluar, karena seperti biasa, tempat makan itu penuh!

Tapi si juru parkir berseragam oranye itu datang dan meminta saya untuk parkir di dalam, kebetulan ada 1 tempat kosong di paling dalam. Walaupun sebetulnya enggan, tapi saya menurut saja. Ya namanya juga juru parkir, dia yang berwenang untuk mengurus masalah perparkiran, jadi saya nurut. Saya lalu duduk di tempat yang tetap masih bisa melihat motor saya, dan saya lihat si bapak juru parkir merapikan posisi motor saya.

Selesai makan dan mau pulang, saya panggil si bapak itu, bilang saya mau keluar, minta bantuan untuk mengeluarkan motor karena posisinya sulit, mepet dengan motor lain. Tapi apa yang terjadi? Setelah saya memasukkan kunci motor dan membuka kunci stang, si bapak juru parkir langsung bilang permisi pada saya yang sedang akan berusaha mengeluarkan motor, lalu dia langsung mengeluarkan motor saya sampai ke pinggir jalan, siap untuk langsung ditaiki! Lalu teman saya memberi dia uang Rp 1.000,- dan si bapak juru parkir merogoh kantongnya dan mengembalikan Rp 500,-! Wah.. saya sungguh tidak menyangka, berbeda sekali ya dengan juru parkir yang tidak mau kerja dan tidak mau kasih kembalian itu.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari bapak juru parkir ini? Menurut saya, kita bisa belajar dari pelayanannya. Dia melayani konsumen dengan sangat baik, dan benar. Ini sangat dibutuhkan di dalam dunia marketing, supaya konsumen puas dan bisa kembali lagi dan lagi (repeat order). Mulai sekarang, setiap kali saya ingin makan di Ibu Imas, walaupun di Jalan Balong Gede ini ada 3 lokasi Ibu Imas, saya akan selalu memilih tempat yang kemarin.

Saya sangat menghargai bapak juru parkir itu. Dia pun menghargai saya sebagai konsumen terlebih dahulu. Memang kita harus menghargai orang lain kalau mau dihargai. Saling menghargai!

sumber : http://www.jimmysun.net/personal/belajar-marketing-dari-juru-parkir

Leave a Reply